Uncategorized

Database and Security

    Database and Security

   Arhad Kamahayanikan Vratyastoma

   P056100102.35E

   Graduated Program of Management and Business. Bogor Agriculture University, Bogor Indonesia

Pada era sekarang ini, IT dapat memberikan banyak kemudahan serta dapat meningkatkan efektifitas suatu perusahaan. Selain itu perkembangan teknologi juga dapat membuat kebutuhan akan suatu sistem penyimpanan data yang baik juga mengalami peningkatan. Oleh karena itu banyak perusahaan menggunakan DBMS atau Database Management System untuk mengelola data-data yang ada.

DBMS yang baik tidak hanya mempunyai fungsi-fungsi seperti menyimpan, menampilkan dan memanipulasi serta fitur backup dan restore tetapi juga harus mempunyai tingkat keamanan (security) yang memadai. Keamanan sistem informasi sendiri mengacu pada perlindungan terhadap semua sumber daya informasi perusahaan dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Perusahaan berusaha menerapkan suatu program keamanan sistem yang efektif dengan pertama-tama mengidentifikasi berbagai kelemahan dan kemudian menerapkan perlawanan dan perlindungan yang diperlukan.

Domain keamanan sistem informasi menggabungkan identifikasi dari asset data dan informasi suatu organisasi dengan pengembangan dan implementasi kebijakan, standar, pedoman, dan prosedur. Keamanan sistem informasi dapat didefinisikan juga sebagai praktek-praktek manajemen klasifikasi data dan manajemen resiko, selain itu juga membahas masalah confidentiality (kerahasiaan), integrity (integritas), dan availability (ketersediaan) dengan cara pengidentifikasian ancaman-ancaman, pengelompokkan asset-aset organisasi, dan penilaian vulnerabilities mereka sehingga kendali keamanan yang efektif dapat diimplementasikan dengan baik. Jika kita membahas tentang sekuritas maka yang akan keluar adalah CIA (Confidentiality, integrity, Availibility). Konsep CIA ini sudah mewakili tiga prinsip fundamental dari keamanan informasi. Semua yang berhubungan dengan keamanan data maka akan mengacu pada CIA.

Pada materi ini, topik yang akan diulas adalah mengenai DBMS dan tingkat keamanannya (security), tentang bagaimana suatu data dikelompokkan lalu apa saja yang menjadi kebijakan keamanannya. Jika kita berbicara mengenai kebijakan keamanan maka tentu dibahas pula mengenai standar-standar yang digunakan, apa saja yang menjadi pedoman lalu bagaimana prosedur-prosedur tersebut dilaksanakan. Kemudian dilakukan manajemen resiko untuk mengetahui tingkat ancaman-ancaman yang ada atau yang kemungkinan dapat timbul dikemudian hari.

 

Materi ini diharapkan dapat memberi tambahan referensi atau panduan dalam menciptakan suatu sistem database yang aman sehingga bisa diandalkan. Pada pembahasan yang terdapat dalam materi ini juga disertakan beberapa hal yang menjadi titik vital dalam perancangan database maupun yang menjadi titik vulnerabilitasnya. Materi ini juga bermanfaat untuk melengkapi atau memberikan tambahan pengetahuan mengenai perancangan sistem basis data yang aman. Banyak yang sudah membuat DBMS tetapi tanpa dilengkapi sistem sekuritas yang memadai, sehingga menjadi rawan untuk kasus-kasus seperti pencurian data dan sebagainya.

Materi selengkapnya dapat diunduh melalui Database and Security

 

Beberapa blog yang dapat menjadi referensi:

http://4nass.wordpress.com/2010/12/31/enkripsi-untuk-keamanan-data-pada-jaringan/

http://dhiemhas.wordpress.com/keamanan-informasi-data-komputer/

http://fadillah02.wordpress.com/2010/01/26/hacker-cracker/

http://fardiansyah7fold.wordpress.com/2010/11/28/komunikasi-data-dan-keamanan-sistem-informasi/

http://hadiwibowo.wordpress.com/2009/12/30/regulasi-penyadapan-informasi/

http://ibehbandito.wordpress.com/keamanan-data-dan-informasi/

http://niatnulis.wordpress.com/2008/03/28/keamanan-sistem-kripto/

http://otorace.wordpress.com/2010/12/30/perlindungan-hukum-tentang-keamanan-data-informasi/

http://tohaghafara.wordpress.com/2010/10/14/keamanan-sistem-informasi-pada-transaksi-online/

http://wong168.wordpress.com/2010/07/20/istilah-dalam-kriptografi/

Uncategorized

PENERAPAN E-BUSINESS DI INDONESIA

PENERAPAN E-BUSINESS DI INDONESIA

 Oleh :

Arhad Kamahayanikan Vratyastoma

P056100102.35E

Graduated Program of Management and Business. Bogor Agriculture University, Bogor Indonesia

Dewasa ini perkembangan aktivitas manusia yang cenderung semakin pesat menuntut adanya suatu sistem dan teknologi yang mampu menjembatani keterbatasan manusia dengan aktivitas yang dilakukannya. Hal tersebut mendorong berkembangnya teknologi dan sistem informasi yang membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam melakukan aktivitasnya meliputi proses bisnis, pengambilan keputusan manajerial, dan kerjasama kelompok hingga dapat meningkatkan kemampuan dalam berkompetisi pada pasar yang cenderung dinamis dan cepat berubah.

Pemanfaatan teknologi dan sistem informasi juga menyebabkan terjadinya pergeseran secara perlahan hingga perubahan pada berbagai sektor usaha, baik sektor perindustrian maupun sektor keuangan. Tidak lama lagi teknologi dan sistem informasi berbasis internet akan menjadi persyaratan mutlak untuk mencapai keberhasilan bisnis di lingkungan global yang dinamis seperti saat ini.

Salah satu inovasi teknologi informasi yang banyak mempengaruhi aktivitas manusia adalah WWW (World Wide Web). WWW atau dalam bahasa Indoneisa diterjemahkan sebagai Waring Wera Wanua atau ramatraya merupakan suatu ruang informasi yang yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Pengidentifikasi Sumber Seragam untuk mengenal pasti sumber daya yang berguna. WWW sering dianggap sama dengan Internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian daripadanya. WWW merupakan suatu program yang ditemukan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1991. WWW dikembangkan pertama kali di Pusat Penelitian Fisika Partikel Eropa (CERN), Jenewa, Swiss. Pada tahun 1989 Berners-lee membuat pengajuan untuk proyek pembuatan hiperteks global, kemudian pada bulan Oktober 1990, World Wide Web sudah dapat dijalankan dalam lingkungan CERN. Pada musim panas tahun 1991, WWW secara resmi digunakan secara luas pada jaringan Internet. (www.wikipedia.org)

Pada awalnya hampir semua orang tidak pernah mengira bahwa sebuah konsep sederhana yang dikenal dengan nama Internet akan memiliki peranan yang sangat besar dalam perubahan cara pandang, sekaligus perilaku manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya. Akan tetapi dewasa ini, Internet secara radikal sedang mengubah bisnis, pendidikan dan gaya hidup masyarakat.

Penggguna internet di seluruh dunia mencapai 2.095.006.005 yang merupakan 30,2% dari jumlah penduduk dunia, sedangkan pertumbuhan penggunaan internet (2000-2011) secara umum di seluruh dunia mencapai 480,4%. Kawasan Asia dengan 922.329.554 pengguna internet berhasil mendominasi pengguna internet di seluruh dunia. Sedangkan Indonesia dengan luas wilayah  mencapai 1.904.443 km2 dan jumlah penduduk 245.613.043 (tahun 2011), per 31 Maret 3011 setidaknya telah memiliki 39,6 juta pengguna internet dengan tingkat pertumbuhan pengguna internet selama kurun waktu 2000-2011 sebesar 1.880% dan penetrasi internet sebesar 14,5% serta 32,1 juta diantaranya merupakan pengguna jejaring sosial facebook (www.internetworldstats.com).

Penggunaan teknologi internet hingga ke aktivitas pekerjaan yang berkaitan dengan internet dan pemberdayaan proses bisnis, e-commerce, dan kerja sama usaha dalam sebuah perusahaan dan dengan para pelanggan, pemasok serta pihak-pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholder) dapat didefinisikan sebagai e-business. E-business meliputi e-commerce yang mencakup transaksi (pembelian dan penjualan), pemasaran dan pelayanan baik produk, jasa, maupun informasi melalui internet maupun jaringan lainnya.

Berdasarkan data mengenai jumlah pengguna internet dan penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 14,5% maka terdapat peluang untuk penerapan dan pemanfaatan e-business untuk meningkatkan kemampuan dan mampu bertahan dalam menghadapi pasar yang dinamis dan iklim persaingan usaha yang semakin kompleks.

 

berkas dokumen selengkapnya dapat diunduh melalui Arhad_E35_UTT_SIM.doc atau Arhad_E35_UTT_SIM.pdf

Uncategorized

PASAR DAN PERMINTAAN PASAR

BAB 3 PASAR DAN PERMINTAAN PASAR

Pasar seringkali digambarkan sebagai potret konsumen yang secara riil maupun potensial akan menjadi pengguna dan pembeli produk yang ditawarkan oleh produsen. Terdapat dua jenis pasar menurut sifat konsumennya, yaitu pasar individu yang menggunakan produk untuk memenuhi kebutuhan (konsumsi) serta pasar industri yang menggunakan produk sebagai bahan dalam proses produksi atau untuk dijual kembali. Batasan tentang pasar (market) yang dihadapi suatu organisasi bisnis merupakan hal penting yang harus ditentukan secara tepat. Suatu kegiatan bisnis membutuhkan definisi pasar strategis yang luas agar dapat menghindari definisi pasar yang sempit dan potensi untuk membatasi penemuan terhadap peluang pasar baru. Jika sebuah perusahaan mendefinisikan pasarnya terlalu luas, maka tindakan tersebut akan mengaburkan pasar yang menjadi target perusahaan. Namun, jika terlalu sempit, perusahaan akan kehilangan kesempatan mendapatkan pasar yang menguntungkan karena target pasarnya kecil/sedikit.
Permintaan pasar (market demand) terhadap produk terdiri atas customer baru dan customer yang sudah ada yang terus membeli produk. Permintaan pasar memnerikan pandangan mendasar dan menjadikan dasar pencapaian target pelanggan serta menjadi indikator awal terhadap efektifitas program pemasaran dan penjualan. Pada saat permintaan pasar mendekati potential market, maka pertumbuhannya akan melambat. Siklus kehidupan produk (product life cycle) menjelaskan tahap-tahap kehidupan suatu produk yang dimulai dari tahap perkenalan (introduction), tahap pertumbuhan (growth), tahap kedewasaan (maturity) dan diakhiri ketika mencapai tahap kemunduran (decline). Product life cycle pada setiap tahapan akan memberikan keuntungan yang berbeda. Pada saat permintaan pasar tidak lagi bertumbuh maka pencapaian volume penjualan hanya bisa diperoleh dengan pencapaian dalam market share.

Pasar potensial merupakan jumlah maksimum pelanggan yang dapat memasuki pasar. Terdapat beberapa faktor yang membatasi teracapainya pasar potensisal secara penuh, antara lain : Faktor Kepedulian, Faktor Ketersediaan, Faktor Kemampuan untuk dipakai, Defisiensi Manfaat/Benefit, Faktor Kemampuan. Salah satu tugas penting bagi manajer pemasaran adalah mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar dalam dua dimensi yaitu pangsa pasar dan kinerja keuangan.. Tingkat pertumbuhan pasar tergantung pada tingkat pertumbuhan pelanggan baru (rate of new customer entry). Laju pasar utama (mainstream market) yang memakai produk baru dipengaruhi oelh karakteristik konsumen, produk positioning dan pengaruh pasar, kepedulian terhadap kecukuoan produk dan ketersediaannya serta sejumlah faktor lain yang dapat bertindak mengakselerasi (mempercepat) atau memperlambat ketertarikan customer dan rate market growth. Percepatan pertumbuhan pasar dipengaruhi oleh Faktor Adopsi Customer dan Faktor Adopsi Produk. Pertumbuhan pasar dapat ditentukan melalui total penjualan pada periode saat ini dengan total penjualan dalam periode waktu sebelumnya.

summarized by Arhad Kamahayanikan Vratyastoma (Graduated Program of Management and Business. Bogor Agriculture University, Bogor Indonesia)

Based on Ujang Sumarwan et al. Pemasaran Strategik, Perspektif Value Based Marketing dan Pengukuran Kinerja (Strategic Marketing : Value Based Marketing and Metric Performance Perspective)

Uncategorized

BAB 3 PASAR DAN PERMINTAAN PASAR

BAB 3 PASAR DAN PERMINTAAN PASAR
summarized by Arhad Kamahayanikan Vratyastoma (Graduated Program of Management and Business. Bogor Agriculture University, Bogor Indonesia)

BAB 3 Pasar dan Permintaan Pasar membahas bagaimana pentingnya sebuah perusahaan untuk mendefinisikan pasar yang menjadi targetnya. Jika sebuah perusahaan mendefinisikan pasar nya terlalu luas, tindakan tersebut akan mengaburkan pasar yang menjadi target perusahaan. Namun jika terlalu sempit, perusahaan akan kehilangan kesempatan mendapatkan pasar yang menguntungkan karena target pasarnya kecil/sedikit. Guna mennghindari kesukaran ini, sebagai langkah pertama dalam menentukan target pasarnya, para manajer disarankan untuk menentukan pasar yang dilayani. Baik dalam hal unit sales maupun revenue sales terhadap hal-hal spesifik yang dihadapi perusahaan, yaitu kompetitor, produk, saluran distribusi, wilayah geografis, pelanggan, dan waktu. BAB 3 juga membahas bagaimana mengukur permintaan pasar serta menguraikan pasar potensial serta membahas bagaimana mengukur pertumbuhan pasar.

Based on Ujang Sumarwan et al. Pemasaran Strategik, Perspektif Value Based Marketing dan Pengukuran Kinerja (Strategic Marketing : Value Based Marketing and Metric Performance Perspective)

Management Knowledge

KNOWLEDGE MANAGEMENT

A good decision is based on knowledge and not on numbers – Plato

BAB I

PENDAHULUAN

1. Sejarah Knowledge Management Continue Reading »

1

Uncategorized

Hello world!

Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB

Skip to toolbar